Product Manager - Apa, Siapa & Bagaimana?
Pada postingan kali ini, saya akan membahas sedikit tentang posisi pekerjaan saya saat ini, yaitu product manager, apa itu product manager, siapa yang bisa menjadi product manager, dan sebetulnya bagaimana tugas mereka? Sebelum kita mulai, postingan berikut murni dari pengalaman saya dan dari sumber di internet yang saya rangkum sedemikian rupa jadi kalau teman-teman ada masukan, silakan berdiskusi dan berkomentar kalau mau ya :) Karena saya sampai saat ini pun masih mempelajari bagaimana cara menjadi product manager yang baik dan benar
1. Apa itu product Manager?
Product Manager adalah orang yang mengidentifikasikan kebutuhan customer dan objektif dari bisnis secara garis besar yanng perlu dibuat atau dipenuhi oleh sebuah produk atau fitur, mengartikulasikan arti dari kesuksesan untuk sebuah produk, mendukung dan mengajak sebuah tim untuk membuat visi / mimpi dari sebuah produk menjadi sebuah kenyataan.
2. Siapa yang bisa menjadi product manager?
Biasanya product manager dipilih lebih ke perusahaan apakah membutuhkan posisi tersebut dan dilihat bagaimana kualifikasi orang yang dipilih. Rata-rata orang yang memulai sebagai product manager adalah mereka yang lebih mengerti atau sudah memahami produk / industri dari perusahaan tersebut. Tapi kembali lagi, tidak ada kualifikasi formil untuk menjadi Product Manager. Teman-teman yang ingin mengejar posisi / karir di product manager bisa melihat dan belajar dari banyak sumber di internet, tentang bagaimana tugas dan keseharian Product Manager, bisa join dari grup-grup produk. Kembali lagi, Product Manager biasa di lihat dari seberapa paham kita mengenai produk, bagaimana cara kita menangkap tren pasar, mengindentifikasikan kebutuhan-kebutuhan customer dan mengimplementasikan ke dalam produk kita. Setiap produk mempunyai kebutuhan dan pasar sendiri, sehingga tidak ada ilmu pasti mengenai produk dan tidak pernah ada ilmu pasti mengenai individual customer.
3. Tugas Product Manager?
Secara umum, tugas Product Manager dibagi prioritas atau pengerjaannya dilihat dari segi: bisnis, teknologi, dan pengalaman pengguna. Product Manager membuat rencana & mengatur goal dari produk, mendefinisikan kesuksesan dari sebuah produk, visi yang harus dapat diwujudkan oleh sebuah tim dari produk, memotivasi tim, dan bertanggungjawab untuk outcome / hasil akhir dari produk tersebut.
Tapi, tugas dari masing-masing Product Manager juga bisa berbeda berdasarkan bisnis, produk yang dipegangnya dan juga dari besar perusahaan / organisasi.
Semakin besar organisasi, maka product manager juga terlibat kedalam tim yang terdiri dari banyak spesialis. Contohnya Product Manager akan bekerja sama dengan tim riset, analis ataupun marketing yang akan membantu mengumpulkan input, bekerja sama dengan developer dan disainer yang akan bekerjasama mengatur keseharian yang akan dikerjakan, mengambar disain awal dari produk yang diinginkan, mengetes prototip, dan menemukan bugs / error. Product Manager akan semakin banyak dibantu di organisasi besar, tapi mereka juga akan semakin banyak memerlukan waktu untuk menyatukan para pemangku kepentingan tersebut agar tetap satu visi dan satu tujuan.
Sementara kebalikan untuk organisasi / perusahaan kecil, Product Manager tidak perlu meyakinkan siapapun untuk setuju dengan visi dan goal dari produk, tapi akan lebih memfokuskan bagaimana cara-cara untuk mencapai visi dan goal yang telah didefinisikan, dan mungkin akan perlu mengerjakan hal-hal yang seharusnya dapat dibantu oleh para spesialis di bidangnya, karena perusahaan / organisasi kecil belum tentu ada para spesialis tersebut. Berdasarkan pengalaman saya dan cerita dari teman-teman, tidak jarang Product Manager harus get their hand dirty seperti mungkin mereka harus mengurus sampai mengetes, mencari bugs/error, dan lainnya, untuk memastikan produk tersebut bisa berjalan dengan baik.
Secara garis besarnya?
Product manager yang baik menurut saya pribadi adalah mereka yang mampu:
1. Mengerti dan me-representasikan kebutuhan pengguna. Sekarang ini, Product Manager dituntut untuk dapat menyuarakan dan berpikir kritis dari sisi customer / pengguna.
2. Mendefinisikan visi dari sebuah produk
3. Menyelaraskan visi produk ke para pemangku kepentingan / stakeholders
4. Membuat prioritas pengembangan fitur dan kapabilitas produk
5. Memberdayakan tim agar dapat berpikir mandiri dalam membuat dan mengambil keputusan
6. Mampu membuat prioritas dengan tegas
7. Mampu membedakan pilihan antara biaya dan keuntungan untuk mencapai keputusan terbaik
8. Menguasai produk atau area ekspektasi dengan baik, menguasai model bisnis, menguasai sejarah produk, dan memahami bahwa setiap orang memiliki keinginan dan kebutuhan yang berbeda.
9. Bisa memimpin dan jadi pemimpin walau tanpa jabatan dan kekuasaan
10. Point paling terakhir yang paling penting, tebal muka atau tahan malu. Point terakhir ini karena apapun keputusan kita sebagai product manager, pasti ada pihak yang tidak senang. Kita harus tetap percaya apapun keputusan yang kita ambil adalah keputusan terbaik, dan kita harus bisa menjelaskan kepada mereka yang tidak menyukainya. Kita tidak akan pernah bisa memuaskan semua orang, tapi kita bisa mencoba membuat mereka percaya dan mengikuti kita secara logika, bukan karena perasaan
...
....
Yup! Kurang lebih, itu yang saya rasakan dan saya alami sendiri selama beberapa waktu ini menjadi Product Manager, dan mengikuti seminar, komunitas dan dari berbagai buku. Tapi kalau ada yang menurut teman-teman aneh, atau masukan apapun, silakan masukan komentar kalian ya teman-teman!
Terima kasih!
Comments
Post a Comment